"mama pergi kerja dulu ya nak. abang baik-baik sama opung. abang anak pinter, anak kuat, anak shaleh. mama sayang sama abang." itulah kalimt yg sering kuucapkan di telinga si ganteng setiap pagi sebelum berangkat kantor sambil menciumnya bertubi-tubi.
menjadi ibu bekerja di jakarta ini bukan hal yang gampang. perjalanan pulang pergi kantor sangat menyita waktu membuat tambah sedikitnya waktuku yang tersedia untuk anak bayiku. hanya weekend dan hari libur aku bisa melihat perkembangannya dan puas bermain-main dengannya. bukan hal yang aneh lagi ketika bukan aku yang pertama tau perkembangannya. tau-tau dia udah bisa tengkurap sendiri dengan angkat kepala tegak. tau-tau dia udah bisa tertawa tergelak. tau-tau dia udah bisa 'ngomel-ngomel'. kalo inget sedihnya ketinggalan perkembangannya sih bawaannya emang pengen resign aja dan jadi full time mother. tp Ciciku gak mengijinkan. CICI?? emangnya kamu org tionghua?? kok punya cici?? hmmmm... maksudku, CICIlan.. alias KPR.. hihiihih..
hidup adalah pilihan, memang. dan aku memilih untuk tetap bekerja. bukan karena aku gak sayang anakku, tapi karena laki-laki gak tau beda lipstik 50ribu dengan 500ribu. NAH LO??!! KOK??!! hahaha, becanda. eh, enggak juga sih. kira-kira karena kebutuhan hidup lah. apapun alasannya, i believe every mother has her own battle. bekerja atau tidak. lahiran spontan atau caesar, menyusui atau tidak, dan berbagai perjuangan ibu-ibu lainnya. alangkah bijaknya apabila sesama ibu tidak saling menjudge bukan? mungkin, orang-orang akan bilang aku bukan ibu yang baik, atau mungkin suatu saat anakku akan mengatakan itu , tapi yang aku tau, aku sudah dan selalu berusaha memberikan semua yang terbaik yang aku tau, yang aku bisa. haduh, kok jadi yellow mellow ya? *toyor jidad sendiri*
sebagai ibu muda, dari sejak hamil sampai sekarang aku rajin browsing untuk membandingkan pendapat satu ahli dengan ahli lainnya untuk kemudian kujadikan pedoman. aku juga pergi ke konsultan/konselor jika dibutuhkan. aku memilih tenaga medis yang terbaik menurutku. aku menjalani hal-hal yang kuanggap baik. semua demi anakku. aku juga punya idealisme-idealisme sendiri. walopun pada perjalanannya idealisme tersebut banyak mengalami penyesuain. gak masalah sih, yang penting aku tau aku sudah mengusahakan yang terbaik. jadi yang penting bukan apakah seorang ibu itu berhasil menjalankan standard internasional atau gak, tapi apakah dia sudah mengusahakan yang terbaik ato gak. so, kembali ke niat awalnya. menurutku loh yaaa.... "sok tau banget sih, padahal baru 4 bulan jadi ibu!", terdengar suara dari sebrang sana. HAHAHHAHA :P
so, here i am. aku melahirkan secara caesar, aku menyusui exclusive, aku ibu bekerja, anakku minum ASIP pake botol/dot, aku pengguna baby sitter, mertuaku lebih banyak menggendong anakku daripada aku menggendongnya. as long as my child is happy, i'm so proud of who i am.
udah dulu yaaa, aku mau kerja lagi nih. tadi nyempatin ngeblog krn otak lagi hang. skrg udah ON FIRE lagi nih..
Mutiara kata yang kubaca hari ini di Manna Sorgawi : "Kemalasan mungkin tampak menarik, tetapi bekerja lebih menarik karena memberikan kepuasan. (Anne Frank)".
cieeeee,, yang lagi (merasa) bijak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar