Rabu, 26 Agustus 2015

count blessings

seringkali kita (atau mungkin saya doang) merasa bahwa kebahagiaan itu haruslah berupa kejadian yang fantastis, pencapaian yang spektakuler atau mendapatkan mujizat-mujizat yang fenomenal. karena terlalu fokus menunggu kebahagian-kebahagian tipe itu, kita jadi lupa bersyukur setiap detik karena masih bisa bernafas. kita lupa bersyukur setiap pagi karena masih bisa bangun dalam keadaan sehat dan menghirup udara segar sementara di sana ada orang yang bahkan tidak bangun lagi. kita lupa bersyukur karena masih bisa berangkat bekerja sedangkan di sana ada orang yang di PHK atau gak kunjung dapat kerja. dan banyak berkatyang kita alami sehari-hari kita anggap itu adalah rutinitas, hak kita, monoton, biasa aja, lumrah terjadi. 

saya sedang berusaha keluar dari paradigma itu. saya mencoba menghitung berkat saya satu per satu sekecil apapun kelihatannya. saya mencoba ingat untuk mengucap syukur bahkan dalam keadaan yang tidak mengenakkan. saya mencoba mengimani bahwa di setiap kejadian pasti ada hikmah. doesnt it sound wise? tumben yaahhh mamak tupa bisa begini. lg keracunan roti tan ek tjoan kayaknya. HAHAHAHA

well, berkat yang ku terima sampai jam 08.40 pagi ini sih udah banyak ya.. masih bisa bangun dalam keadaan sehat, bisa pake baju baru ke kantor, bisa naik KRL dan kopaja tanpa kecopetan, akhirnya kesampaian beli roti Tan Ek Tjoan, sampe kantor dipuji boss "ceria kali kau pagi ini", dan masih banyak yang lainnya. 

Pagi ini aku khusus mau bahas tentang Tan Ek Tjoan. Roti Jadul yang enak ini konon dberdiri sejak tahun1953. apa gak pegel ya?? eike berdiri 30 menit di KRL aja rasanya pegel.. *ya keleus rotinya berdiri* hihihhihi.. Toko jadul Tan Ek Tjoan terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 61, Jakarta Pusat. tidak seperti roti lainnya yang mudah ditemukan di seputar Jakarta, selain di tokonya, Roti Tan Ek Tjoan ini dijual di gerobak2 yang biasanya mangkal di pinggir jalan seputaran Cikini. jadi kayaknya bakal susah nyari roti ini di daerah jakarta utara, jakarta timur, selatan dan barat. ini penampakannya. 







tadi aku beli yang rasa coklat dan kelapa. ini pertama kalinya aku makan roti Tan Ek Tjoan ini. karena aku penggemar roti, roti ini enak banget kurasa. ditambah lagi, roti Jadul (Jaman dulu) memang punya nilai tersendiri untukku. saat menikmati roti-roti jadul, biasanya aku sekalian merenungkan perjalanan roti ini bersama penciptanya. apalagi sejak membaca tulisan karya Dee Lestari berjudul 'Madre', bagiku roti jadul semakin mempunyai nilai histori tinggi ditambah sedikit unsur mistis. aku percaya bahwa ragi yang dibuat untuk adonan roti jadul adalah ragi yang memiliki nyawa. harus dikasih makan, bisa ngambek, bisa stress, bisa juga bahagia. tergantung orang yang merawatnya. sehingga (dalam imajinasiku), enak tidaknya roti itu tergantung bagaimana kita memperlakukan ragi itu dan tergantung moodnya si ragi. apakah imajinasiku berlebihan?? mungkin karena aku memang penikmat tulisan-tulisan fiksi.. :D

so, kesimpulannya, Roti Tan Ek Tjoan ini legit, padat, tua, dan harganya reasonable. topping dan isinya juga enak, gak murahan dan gak pelit. sepotong roti rata-rata 6.000 rupiah.   kalau kalian sedang berada di seputaran Cikini, cobalah mampir dan mencicipi roti tua ini. jangan lupa membayangkan mood si Ragi Tua yaa.. :)

Have a blast Thursday everyone.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar