Selasa, 27 Oktober 2015

Nasehat pernikahan

Hari minggu kmrn kami menghadiri salah satu adat batak bernama "mamio". Secara harafiah, mamio artinya adalah memanggil. Dalam adat batak, mamio artinya : Memanggil 2 org yg baru saja mengikat janji pernikahan utk diperkenalkan kepada keluarga besar sekaligus memberi nasehat2 kepada sang pengantin baru. Dalam cerita ini, pengantin barunya (Yg pria) adalah sepupu suami saya.

Hari itu, acara mamio dihadiri oleh keluarga terdekat saja seperti inang tua (kakaknya mama), inanguda (adiknya mama), opung (nenek), kakak dan sepupu2 si mempelai pria. Kurang lebih ada 8 keluarga tadi. Acara mamio dimulai dengan berdoa, makan bersama, bersenda gurau, perkenalan keluarga besar (khususnya untuk mempelai wanita sebagai anggota keluarga baru) dan diakhiri dengan memberikan nasehat2 kepada pengantin baru.

Ketika tiba giliran saya untuk memberi nasehat, sebagai org yg baru 2 tahun menikah, saya rangkum pelajaran yg saya dapat dalam 3 hal. 3 hal yg saya bagikan ke mereka sebenarnya bagai pedang bermata 2. Tajam utk mereka sekaligus untuk saya. Saya membagikan 3 hal ini bukan karena saya sudah lulus mempraktekkannya. Tp Justru krn masih dalam proses belajar yg ntah kapan lulusnya. So, here they are :

1. Siapapun yg berumah tangga pasti tau betapa kita membutuhkan Tuhan dalam rumah tangga. Saya terlalu percaya bahwa 2 org yg telah diikat janji dalam pernikahan pasti ada campur tangan Tuhan dalamnya. Dari sekian banyak wanita, saya yg terpilih menjadi penolong yg sepadan utk suami saya. Demikian sebaliknya. Dari sekian banyak pria, dia yg terpilih menjadi imam saya. Pasti Tuhan punya rencana yg terbaik dengan pilihan Nya itu. So, sepanjang hidup pernikahan, jangan pernah lelah mencari apa rencana Tuhan yg terbaik itu. Bagaikan harta karun yg tersimpan, semakin susah mencarinya pasti semakin istimewa. Dan dalam proses pencarian, libatkan Tuhan. Kalo gak, kita pasti akan tersesat dan bisa jadi menyerah. Saya merasakan, ketika keadaan terasa sulit, saya bertanya "apa yg Kau inginkan utk kupelajari Tuhan?", maka hati saya akan terasa lebih ringan dalam menjalani masalah tersebut. Saya percaya bahwa rumah tangga adalah sekolah terbaik utk membentuk kita menjadi seperti yg Tuhan inginkan.

2. Pagi ini, kotbah di gereja (GKI Serpong) bertemakan "komunikasi dalam keluarga". Kebetulan, bulan oktober ini adalah bulan keluarga. Yg membuat saya merenung adalah saat pendetanya bilang "sering kali kita mendengar tapi sebenarnya kita tidak mendengarkan". 2 org yg menikah berasal dari 2 keluarga yg berbeda, 2 kebiasaan yg berbeda, 2 nilai kehidupan yg berbeda, 2 prinsip yg berbeda, dan banyak perbedaan lainnya. Yg membuat kita sulit mendengarkan pasangan kita adalah ketika kita hanya terfokus pada konsep berfikir kita. Sebesar apapun usaha pasangan kita untuk menjelaskan, gak akan bisa kita dengarkan kalo kita tidak mengosongkan konsep yg ada di pikiran kita dan merendahkan diri utk benar2 mendengarkan dan merasakan dia.

3. Kehidupan pernikahan bagaikan rollercoaster. Ada kalanya mendaki tp ada juga kalanya menukik tajam. Ada kalanya kita ingin teriak krn merasa takut, tp ada juga kalanya kita teriak krn merasa seru. Ada kalanya kita deg2an tp ada juga kalanya kita merasa lega. Ketika mengendarai rollercoaster dgn segala sensasinya, pilihan kita ada 2 : menikmatinya atau mengeluhkannya. Bila kita mengeluhkannya, kita bisa meminta operator utk menghentikan permainan. Pilihan ada pada kita. Tp saya rasa, pilihan yg bijak adalah menikmatinya hingga permainan benar2 selesai. Dan ketika selesai, biarkan sensasi kepuasan merambati kita. Kita berhak puas, karena gak semua org berani menaikinya dan gak semua org yg menaikinya juga bisa menikmatinya. Sama hal nya dengan pernikahan. Kala bahagia, dipenuhi cinta, seru, ingin teriak, marah, kesal, sedih, nikmatilah. Karena mungkin kita adalah segelintir org yg terpilih bisa mengakhiri "rollercoaster hidup" ini dengan baik.

Semua keluarga yg menghadiri acara mamio tadi dan memberikan nasehat, setuju bahwa belum ada yg lulus dalam belajar berumah tangga sebelum kematian memisahkan. Kelulusan dalam berumah tangga tidak dinilai dari lamanya kita telah berumah tangga atau seberapa banyak kesuksesan yg kita peroleh. Tapi apakah kita berhasil bertahan hingga dipisahkan oleh kematian atau tidak. Karena apa yg telah dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia. Hanya kematian yg bisa.

Kiranya (at least) 3 hal itu bisa selalu jadi bahan renungan saya selama berumah tangga. Tuhan menolong saya.

Rabu, 16 September 2015

Renungan Pagi

ada yang perlu ditanggapi, tapi lebih banyak yang gak perlu ditanggapi.
ada yang perlu diketahui, tapi ada banyak hal yang lebih baik tidak perlu diketahui.
ada yang perlu dimengerti, tapi juga gak semuanya harus dimengerti.

susah meredam hasrat untuk ingin menanggapi semua, tau semua, mengerti semua.
kita pikir kita akan menjadi pribadi yang jenius kalo kita tau semua, mengerti semua, menanggapi semua.
kita pikir kita akan jadi pribadi yang menarik. banyak dicari orang. dan dielu-elukan.

padahal.. 
sejatinya, kita akan hancur kalo kita tanggapi semua. kita akan berusaha menyenangkan orang lain dan tidak menjadi diri sendiri. 
sejatinya, kita akan semakin keliatan bodoh kalo kita pikir kita tau semua. kita akan ditertawakan oleh orang yang lebih tau. walopun sebenarnya dia pun tidak tau semua.
sejatinya, kita akan semakin bingung kalo kita berusaha mengerti semua. bukannya terlihat menarik, kita akan terlihat kehilangan arah.

mungkin lebih baik bertanya.
mungkin lebih baik tersenyum.
mungkin lebih baik berkaca.
mungkin lebih baik merenung.
atau mungkin lebih baik diam saja.

bukan karena aku seperti yang mereka pikir, tapi karena aku terlalu sayang diriku.

membiarkan mereka dengan pikiran mereka sendiri tentang diriku.
tanpa perlu aku klarifikasi.
tanpa perlu aku bantah.
tanpa perlu aku jelaskan.
tanpa perlu aku mendorong diriku untuk membuktikan mereka salah.

Selasa, 15 September 2015

When in doubt, wear lipstick.

semua wanita mungkin pernah pakai lipstik, tapi gak semuanya tergila-gila. aku. aku. aku. aku tergila-gila pada lipstik. walopun aku gak selalu make lipstik. ah, wanita yang labil bukan??? HAHAHAHA.. kata suamiku juga gitu. cumanya,, gimana ya bilangnya, kalo gak direm, aq bisa aja beli lipstik banyak banget karena terobsesi ngeliat mereka tidur-tiduran di pouch kecilku. 

okeh, untung aja rem ku cakram ya. alhasil, aq sudah terpuaskan dengan window shopping di Instagram atau blog-walking baca-baca reviewnya. untuk saat ini, aku harus sudah puas dengan 5 lipstick di poch ku, plus 1ipbalm. siapa sajakah mereka? 

1. Dior - Addict Extreme. Shade : Aventure 551

    Gambar di atas diambil dr Mbah Google.  swatch nya persis kayak yang di gambar. meskipun batangannya terlihat merah gonjreng, tp di bibir warnanya jadi merah lembut. agak shiny (tp gak kayak abis makan gorengan), gak matte, dan lembab banget di bibir. gak ada aromanya, ketahanan? cepet banget ilangnya. gak makan gak minum aja dia bisa berkurang dengan sendirinya. hahahah.
Beli di Paris. Hadiah Ulang Tahun dr Suami. recommended? Yes! Repurchase? hmm, kalo ada duit lebih. :D

2. Bobbi Brown - pot Rouge for Lips and Cheeks. Shade : Rose 10



Again, photo credit to Mbah Google. karena aku gak suka berselfie ria. hihihihi. tp aku pilih foto yang aku rasa paling mirip dengan aslinya. teksturnya creamy dan lembut banget terasa di bibir. kekurangannya, dia gak punya kuas jadi kita harus punya kuas sendiri. dan untuk orang yang ceroboh kayak aku, kuas lipstik bolak balik ganti karena tercecer. cara darurat bisa pake kelingking sih,, tapi sayang jadi cepet habis. (ogah rugi) HAHAHAHA. 

Sebelum pake shade ini, aku pernah pake shade : Pink Powder, tapi terlalu pink untuk kulitku yang kuning langsat. so i prefer this shade. untuk yang kulitnya Putih, Pink Powder cucok deh. keliatan lebih sekseh.. Tssaaahhhhhh
Oh ya, produk ini adalah lipstik skaligus blush on. di pipi jatuhnya jadi natural dan gak creamy. teknologinya bagus memang, di bibir dia bisa creamy, tapi di pipi dia gak creamy. hmmm,, untuk aroma, ada sedikit aroma manis tp waktu diaplikasikan ke bibir, aromanya gak kecium sama sekali. recommended? YES! repurchase? OF COURSE! 
 
3. Bourjois - Rouge Edition Velvet. Shade : So Hap'pink (11)


siapa yang gak kenal lipstik yang happening ini? aku lah salah satunya korban ke-happening-an. sampe bela-belain beli di Instagram dengan harga 250ribu. padahal di counternya harganya gak sampe 200.000. masalahnya, SOLD OUT terus, kawan!! ya sudahlah ya. yang penting aku punya lipstik yang happening. hahahaha

Menurutku shades nya si bourjuis edisi 2015 ini bagus-bagus. ada 4 shades baru, salah satunya si So Hap'pink ini. tekstrunya creamy, tapi sampe di bibir segera menjadi matte. gak membuat bibir kering. aplikatornya juga enak untuk dipake sekali ngusap. sedikit ada aroma chemical nya walopun di beberapa orang gak kecium. aromanya gak mengganggu sih, karena cuma sekejap. katanya sih 24hour hold, tapi kalo di bibirku gak segitu-gitunya. dipake makan dan minum juga habis. hihihihi
recommended? boleh lah. repurchase?belum tau. other shades maybe kalo lagi ngidam. hihihi


4. RiRe. Shade : Brick Red



Okeh, ini juga korban online shop. kok bisa????  padahal ini kan gak happening?? gak tau deh,. mungkin aku khilaf. T_T. ato aku terobsesi cewe korea?? karena ada tulisan korea di box nya, jadi aku pikir ini made in korea.

warnanya sih oke di bibirku tapi kering banget. ketika diaplikasikan, dia agak basah. tp beberapa detik kemudian SIM SALABIM, jadi kering dan nempel banget. naahhhh, eike kan orangnya gak rapih ya,, jadi ngaplikasiinnya suka lewat dari garis bibir. kalo gak segera dihapus, dia jadi nempel banget dan susah ngapusnya. kalo dipaksa, jadi meninggalkan bercak merah kayak abis digaruk2 gitu. aku agak kurang cocok ya karena bibirku jadi kering banget. Si Suami juga kurang suka kalo aku pake lip manicure ini karena nempel banget dan gak ilang-ilang walo dipake makan-minum. kata dia, mungkin terbuat dari bahan dasar cat dinding. hiiiii, nakut2in aja sih. haahhaha. enaknya, aku kan punya bayi, jadi kalo pake lipstik ini pas kondangan ato ke mall, aku bisa puas cium2 anak bayiku tanpa harus takut ada lipstik nempel di sekujur badannya. recommended? not really. repurchase? No.


5. Wardah - Exclusive Lipstick. Shade : Charming Red (41)


lipstik ini juga banyak yang bagus reviewnya, makanya aku beli. tipikal lipstik klasik. gak creamy, gak matte, gak glossy. LAh TERUS APA DONG??? hahahaha. eh, matte ding. aq ralat deh.aku suka warnanya (bikin wajahku seger dan ceria) dan termasuk awet juga di bibir. gambaran kasarnya, kalo mau pulang kantor aq pake lipstik ini, trus sampe rumah aq makan, mandi, cuci muka-sikat gigi (tapi lipstik gak pudar sepenuhnya), maka keesokan harinya lipstik ini masih nempel. and again, my husband worry about it. tp gak papalah, berhubung harganya terjangkau yaahhh what do you expect. pasti beda lah teknologi lipstik 50k dan 500k. anggap aja buat nambah2 koleksi lipstik.

yg aku kurang suka, teksturnya membuat dia kayak ada di atas bibirku. tidak menyatu seperti dior atau bobbi brown. yaaaa eyaaaaa laaaahhhh. *lalu ditabok lipstik* MAUUUUUUUUUU!!

6. Lipbalm : Maybelline - Baby Lips. Shade : Lychee Addict



si unyu-unyu warna-warni ini gak ada warnanya di bibirku. cuma wanginya aja yang bikin pengen ngunyah lip balm ini. ahahahha. fungsinya tentu saja melembabkan bibir. biasanya kuapke malam biar bibir ini ternutrisi. jarang aku make dia sebagai alas lipstik. seingetku, lipbalm ini pernah dapat award favorit pilihan pemirsah deh . tp aku lupa siapa yang ngasih award. dasar ya, emak2 labil yang pikun dan ceroboh. beuugghhh.. lengkap lah yaaa..


Soooo, itulah lipstik yang lagi bobok di pouch ku. shades nya beda-beda semua karena aku suka nyoba-nyoba warna demi menciptakan kesan yang berbeda-beda.. aiiiihhhhh.. :))
aku masih penasaran sama YSL lip stain, colourpop, LA girl, matte me, the balm meet matte, dan masih banyak lagi. *lalu suami ngebekep dompetku*

Kamis, 03 September 2015

Bingung Puting

bagi ibu-ibu yang lagi menyusui, pasti tau istilah Bingung puting ini. dan pasti tau penyebabnya apa. okeh, intinya bingung puting adalah keadaan dimana si bayi gak mau menyusui langsung dari puting Ibu karena bayinya udah ngerasain puting lain yang lebih enak. PUTING SIAPA???? tiada lain tiada bukan ialah putingnya botol, alias dot. penjelasan sederhananya, kalo menyusui langsung dari puting ibu, si bayi membutuhkan usaha yang ekstra, posisi yang pas, dan beberapa anggota tubuh (lidah, mulut, rahang) yang berkoordinasi , sedangkan bila minum dari botol/dot, bayi ngerasa lebih enak karena gampang. gak disedot/dikenyot pun, susu akan mengalir sendiri. untuk menghindari bingung puting inilah maka para konselor ASI ngelarang keras ibu-ibu memberikan bayinya minum ASIP pakai botol/dot. dianjurkan untuk menggunakan sendok, cup feeder, gelas sloki. 

well, well, well. selama hamil, teori-teori itu udah ngelotok di kepalaku. bahkan aku sampai sedikit berdebat dengan mama karena aku menolak belanja botol/dot ketika belanja persiapan melahirkan. memang, susah menjelaskan kondisi ini ke orangtua kita yang dulu memberikan susu pake  botol/dot dan sekarang kita baik-baik aja. hahahahha.. mamaku bahkan sampai ngomong gini "Emang kau kira anakmu bodoh sampe gak bisa bedain botol sama nenen??" di lain kesempatan, mama juga berkata gini "dulu kau juga minum pake botol dan sekarang bisa jadi sarjana." ah, sudahlah. kita lihat saja nanti, pikirku saat itu.

JENG JENG!! bayipun lahir. hari pertama dan kedua, segala daya upaya diusahakan agar asi ini keluar tp belum berhasil juga. hari ketiga baru ada ASI. PRAISE THE LORD! dan karena aku belum bisa memposisikan bayiku dengan latch-on yang benar, maka saat itu aq memutuskan nyuapin dia pake sendok. Tuhan itu maha luar biasa memang, bayi seumur 3 hari itu bisa minum dari sendok. saat suster ngeliat kami nyuapin pake sendok, dia malah ngasih sloki dan ngajarin kami ngasih minum bayi pake sloki. and again, my boy did it. teman-teman kantor yg jenguk aq di RS sampe terkesima liat bayi 3 hari minum dr sloki.

singkat cerita, selama 1 bulan Tupa minum dari sloki dan cupfeeder karena dia ga mau nenen langsung. aku sudah konsultasi ke konselor dgn membawa Tupa, tapi tetep aja dia msh ogah2an nenen. selama menggunakan sloki dan cupfeeder, setiap orang yang ke rumah utk jenguk kami pada protes. mereka gak tega liat Tupa minum pake cupfeeder. aku dipaksa oleh semua orang untuk ngasih ASIP pake botol. tp aku tetap bertahan. sampai mamaku bilang gini "kayaknya Tupa gak mau nenen langsung karena dia gak tau caranya ngenyot. cobain deh pake botol, skalian dia balajar ngenyot". saat itu, karena aku dah hopeless Tupa gak mau nenen dan bertekad akan melakukan segala cara supaya dia mau nenen, aq mengalah. akhirnya aq beli botol/dot pertamanya. sediiihh banget waktu akhirnya aq menyerah dan mengorbankan idealisme ku. tapiiiiiii, ntah kebetulan ntah apa, memang sejak pake dot, Tupa jadi mau nenen dan gak menjerit2 kayak disiksa mamanya. maka, sejak itu, Tupa resmi gantung cupfeeder dan beralih ke botol/dot.

lalu semuanya berjalan lancar, dan akika sudah dengan bangga meyakini bahwa anakku tidak bingung puting. selama aq bekerja, dia minum ASIP dr botol, selama ada aq, dia nenen langsung.  gak ada yg bilang aku ibu tega karena biarin anak minum dari gelas, gak ada ASIP yang tumpah-tumpah, gak ada kekhawatiran kalo pengasuhnya Tupa gak telaten nyuapin pake cupfeeder. bahagia bukan??? ETAPIIIIIIIIIIIIIII,, jangan senang dulu. ternyata tepat di umur 4,5 bulan, Tupa bingung puting, sodarah-sodarah. yup, selama 3 hari kemaren dia gak mau nenen langsung sama akika. setiap diposisikan mau nenen, dia menjerit-jerit kayak disiksa mamanya. bahkan jeritannya sampe melengking. (Doh! niru siapa sih itu nak??) padahal sebelumnya lagi main-main ketawa-ketawa. awalnya aku kira karena dia belum haus/laper, etapi dicoba pake dot kok lahap. hiks hiks.. ternyata bingung puting itu tidak hanya terjadi pada bayi baru lahir. aku kirain kalo dia udah terbiasa pake botol dan nenen, maka dia tidak akan mengalami bingung puting. ternyata akika salah, pemirsah. bingung puting juga bisa terjadi dalam perjalanan. 

aku tidak menyerah begitu saja. aku tetap menempelkan dia ke nenen meskipun dia menjerit-jerit. aku gak kasih minum dari botol walopun aku tau dia udah haus banget. aku tungguin dia nyerah dan (terpaksa) nenen. aku juga ajak dia bicara baik-baik. aku omongin terus kalo nenen ini makanan dia, nenen itu yg terbaik untuk dia, nenen bisa buat dia pinter-sehat-kuat, kalo dia gak nenen nanti susu mamanya bisa habis dan dia gak bs minum asi lg. banyak deh poin-poin yang aku kasih tau dia. dia sih gak balas ngejawab ya (YA IYAAA LAAAA). dia cuma liatin aku aja sambil sesekali ketawa-ketawa dan bergumam. mungkin di pikirannya "mak gw napa sih?? kok bisa-bisanya ngajak anak bayi berdiskusi???" HAHAHAHHAAH. 

jadi ya gitulah,, sekarang kami berdua masih dalam tahap terapi. aku terapi kesabaran (bok, emosi campur aduk juga liat dia meraung-raung gak mau nenen), Tupa terapi nenen kembali. doakan kami berhasil yaaaa. intinya, bingung puting itu sungguh ada dan tidak hanya terjadi pada bayi baru lahir. soooo,,, tentukan pilhanmu!!! :)

Rabu, 26 Agustus 2015

count blessings

seringkali kita (atau mungkin saya doang) merasa bahwa kebahagiaan itu haruslah berupa kejadian yang fantastis, pencapaian yang spektakuler atau mendapatkan mujizat-mujizat yang fenomenal. karena terlalu fokus menunggu kebahagian-kebahagian tipe itu, kita jadi lupa bersyukur setiap detik karena masih bisa bernafas. kita lupa bersyukur setiap pagi karena masih bisa bangun dalam keadaan sehat dan menghirup udara segar sementara di sana ada orang yang bahkan tidak bangun lagi. kita lupa bersyukur karena masih bisa berangkat bekerja sedangkan di sana ada orang yang di PHK atau gak kunjung dapat kerja. dan banyak berkatyang kita alami sehari-hari kita anggap itu adalah rutinitas, hak kita, monoton, biasa aja, lumrah terjadi. 

saya sedang berusaha keluar dari paradigma itu. saya mencoba menghitung berkat saya satu per satu sekecil apapun kelihatannya. saya mencoba ingat untuk mengucap syukur bahkan dalam keadaan yang tidak mengenakkan. saya mencoba mengimani bahwa di setiap kejadian pasti ada hikmah. doesnt it sound wise? tumben yaahhh mamak tupa bisa begini. lg keracunan roti tan ek tjoan kayaknya. HAHAHAHA

well, berkat yang ku terima sampai jam 08.40 pagi ini sih udah banyak ya.. masih bisa bangun dalam keadaan sehat, bisa pake baju baru ke kantor, bisa naik KRL dan kopaja tanpa kecopetan, akhirnya kesampaian beli roti Tan Ek Tjoan, sampe kantor dipuji boss "ceria kali kau pagi ini", dan masih banyak yang lainnya. 

Pagi ini aku khusus mau bahas tentang Tan Ek Tjoan. Roti Jadul yang enak ini konon dberdiri sejak tahun1953. apa gak pegel ya?? eike berdiri 30 menit di KRL aja rasanya pegel.. *ya keleus rotinya berdiri* hihihhihi.. Toko jadul Tan Ek Tjoan terletak di Jalan Cikini Raya Nomor 61, Jakarta Pusat. tidak seperti roti lainnya yang mudah ditemukan di seputar Jakarta, selain di tokonya, Roti Tan Ek Tjoan ini dijual di gerobak2 yang biasanya mangkal di pinggir jalan seputaran Cikini. jadi kayaknya bakal susah nyari roti ini di daerah jakarta utara, jakarta timur, selatan dan barat. ini penampakannya. 







tadi aku beli yang rasa coklat dan kelapa. ini pertama kalinya aku makan roti Tan Ek Tjoan ini. karena aku penggemar roti, roti ini enak banget kurasa. ditambah lagi, roti Jadul (Jaman dulu) memang punya nilai tersendiri untukku. saat menikmati roti-roti jadul, biasanya aku sekalian merenungkan perjalanan roti ini bersama penciptanya. apalagi sejak membaca tulisan karya Dee Lestari berjudul 'Madre', bagiku roti jadul semakin mempunyai nilai histori tinggi ditambah sedikit unsur mistis. aku percaya bahwa ragi yang dibuat untuk adonan roti jadul adalah ragi yang memiliki nyawa. harus dikasih makan, bisa ngambek, bisa stress, bisa juga bahagia. tergantung orang yang merawatnya. sehingga (dalam imajinasiku), enak tidaknya roti itu tergantung bagaimana kita memperlakukan ragi itu dan tergantung moodnya si ragi. apakah imajinasiku berlebihan?? mungkin karena aku memang penikmat tulisan-tulisan fiksi.. :D

so, kesimpulannya, Roti Tan Ek Tjoan ini legit, padat, tua, dan harganya reasonable. topping dan isinya juga enak, gak murahan dan gak pelit. sepotong roti rata-rata 6.000 rupiah.   kalau kalian sedang berada di seputaran Cikini, cobalah mampir dan mencicipi roti tua ini. jangan lupa membayangkan mood si Ragi Tua yaa.. :)

Have a blast Thursday everyone.




Selasa, 25 Agustus 2015

every mom has her own battle

"mama pergi kerja dulu ya nak. abang baik-baik sama opung. abang anak pinter, anak kuat, anak shaleh. mama sayang sama abang." itulah kalimt yg sering kuucapkan di telinga si ganteng setiap pagi sebelum berangkat kantor sambil menciumnya bertubi-tubi.

menjadi ibu bekerja di jakarta ini bukan hal yang gampang. perjalanan pulang pergi kantor sangat menyita waktu membuat tambah sedikitnya waktuku yang tersedia untuk anak bayiku. hanya weekend dan hari libur aku bisa melihat perkembangannya dan puas bermain-main dengannya. bukan hal yang aneh lagi ketika bukan aku yang pertama tau perkembangannya. tau-tau dia udah bisa tengkurap sendiri dengan angkat kepala tegak. tau-tau dia udah bisa tertawa tergelak. tau-tau dia udah bisa 'ngomel-ngomel'. kalo inget sedihnya ketinggalan perkembangannya sih bawaannya emang pengen resign aja dan jadi full time mother. tp Ciciku gak mengijinkan. CICI?? emangnya kamu org tionghua?? kok punya cici?? hmmmm... maksudku, CICIlan.. alias KPR.. hihiihih..

hidup adalah pilihan, memang. dan aku memilih untuk tetap bekerja. bukan karena aku gak sayang anakku, tapi karena laki-laki gak tau beda lipstik 50ribu dengan 500ribu. NAH LO??!! KOK??!! hahaha, becanda. eh, enggak juga sih. kira-kira karena kebutuhan hidup lah. apapun alasannya, i believe every mother has her own battle. bekerja atau tidak. lahiran spontan atau caesar, menyusui atau tidak, dan berbagai perjuangan ibu-ibu lainnya. alangkah bijaknya apabila sesama ibu tidak saling menjudge bukan? mungkin, orang-orang akan bilang aku bukan ibu yang baik, atau mungkin suatu saat anakku akan mengatakan itu , tapi yang aku tau, aku sudah dan selalu berusaha memberikan semua yang terbaik  yang aku tau, yang aku bisa. haduh, kok jadi yellow mellow ya? *toyor jidad sendiri*

sebagai ibu muda, dari sejak hamil sampai sekarang aku rajin browsing untuk membandingkan pendapat satu ahli dengan ahli lainnya untuk kemudian kujadikan pedoman. aku juga pergi ke konsultan/konselor jika dibutuhkan. aku memilih tenaga medis yang terbaik menurutku. aku menjalani hal-hal yang kuanggap baik. semua demi anakku. aku juga punya idealisme-idealisme sendiri. walopun pada perjalanannya idealisme tersebut banyak mengalami penyesuain. gak masalah sih, yang penting aku tau aku sudah mengusahakan yang terbaik. jadi yang penting bukan apakah seorang ibu itu berhasil menjalankan standard internasional atau gak, tapi apakah dia sudah mengusahakan yang terbaik ato gak. so, kembali ke niat awalnya. menurutku loh yaaa.... "sok tau banget sih, padahal baru 4 bulan jadi ibu!", terdengar suara dari sebrang sana. HAHAHHAHA :P

so, here i am. aku melahirkan secara caesar, aku menyusui exclusive, aku ibu bekerja, anakku minum ASIP pake botol/dot, aku pengguna baby sitter, mertuaku lebih banyak menggendong anakku daripada aku menggendongnya. as long as my child is happy, i'm so proud of who i am.

udah dulu yaaa, aku mau kerja lagi nih. tadi nyempatin ngeblog krn otak lagi hang. skrg udah ON FIRE lagi nih..

Mutiara kata yang kubaca hari ini di Manna Sorgawi : "Kemalasan mungkin tampak menarik, tetapi bekerja lebih menarik karena memberikan kepuasan. (Anne Frank)".

cieeeee,, yang lagi (merasa) bijak..

Senin, 24 Agustus 2015

cerita hari ini

watta day.. aaarggghhhh.  boss udah mulai gelisah nih karena penghujung tahun semakin mendekat tapi target belum menunjukkan tanda2 akan tercapai. boss gelisah, anak buah belingsatan. rasanya buanyaaaakk banget yang harus dikerjain tp kapasitas otak terbatas. alhasil, ngeblog aja deh.. *alasan yg ciamik bukan???* hahahhaa..


kehebohan hari ini dimulai dengan bangun jam 05.00 tapi belum pumping. oh ya, FYI aku adalah mamak dari seorang bayi ganteng ngegemesin berumur 4 bulan. biasanya aku pumping jam 3 pagi sebalum berangkat kerja. lanjut yaaa... karena udah jam segitu dan aku masih heboh pumping, aku minta tolong suami untuk siapin botol-botol kaca untuk bekal pumping di kantor. lalu aku berangkat tanpa ngecek lagi. apa yang terjadi, saudara-saudara???? yaakkkk betuulll!!! ada yang kelupaan. botol-botol kaca itu tertidur manis di cooler bag tanpa tutup-tutupnya. gubrak! hahahahh.. setelah muter otak, akhirnya aku memutuskan untuk beli plastik ASI aja deh di toko perlengkapan bayi terdekat. ternyata ada tuh di dekat kantor, namanya Toko Bayi Purnama. posisinya di dekat pintu masuk pasar mester jatinegara. maka, suamipun dimaafkan karena dengan alasan beli plastik ASI, aku bisa cuci mata ke mester.. huraaayyyy. mayan lah dapat CD Sorex 1/2 lusin 90.000. yg tipe ini nih.. nyaman banget deh dipakenya. plus, ada renda-renda cantik yang membuat sisi kewanitaanku tetap terjaga. halah.

hahah penting ya dipublish. ya biar gak salah tipe. soalnya ada versi yg lebih murahnya. kata nci nya sih ini kalo dijual eceran bisa 25.000/pc. kayaknya bener sih. sekian dulu lah cerita untuk kelalaian membawa berkah hari ini.

kehebohan kerjaan juga gak kalah serunya. tapi sudahlah, gak usah dibahas di sini. blog ini hanya untuk hal-hal yang manusiawi ajah. biar ada media pelepas penat. yang perlu saudara-saudari ketahui, kerjaan ku setiap hari adalah menggali potensi dan memastikan agar si A, B, C , PT D, PT E PT F mau membayar kewajibannya. bingung ya? samalah, aku pun bingung dengan apa yg kubilang.  intinya, aku berangkat dari rumah jam 5.45, kembali lagi ke rumah jam 21.00 (senin dan kamis) atau jam 19.00 (selasa, rabu, jumat). kenapa bisa beda-beda? ya sukak-sukak ku aja lah. macam kantor opung moyang ku aja ini kubuat ya.. hahahha. oh ya, aku PNS loh ya.. jadi siapa yg bilang semua PNS itu makan gaji buta, sini berhadapan sama saiah!!

cerita lainnya di hari ini, di tengah kehebohan, kusempatkan minta ke suami akte lahir anak gantengku untuk dikirim via email. ada surat yang harus dibuat dan menyertakan akte lahir anak sebagai syarat. setelah dikirim, pas ku baca eeehhhhh kok di akta itu anakku jadi anak perempuan T_T. eeetaahheee, cemananya si suami ini. kok gak diceknya pulak pas ngurusin itu ya. pas kukasih tau, dia pun kaget. sepertinya suamiku sudah mengalami serangan penyakit 'faktor U'... ato mungkin dia lelah.

sekian dulu lah cerita hari ini. mau lanjut ngerjain kerjaan yang gak habis-habis kayak gak pernah dikerjain. oh ya, ruangan ini masih gerah banget. dan aku masih (tetep) lengket lembab kayak ingus.